https://ejournal.antarbangsa.ac.id/jti/issue/feed Jurnal Teknik Informatika 2022-02-26T10:33:17+07:00 Saepul Bahri, S.Sos kangbahri@gmail.com Open Journal Systems <p>Jurnal Teknik Informatika (JTI) STMIK Antar Bangsa merupakan kumpulan artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Informatika STMIK Antar Bangsa. Jurnal yang terbit dalam dua periode per Tahun ini berisi artikel ilmiah yang meliputi tema : Jaringan (<em>Networking</em>), Aplikasi Sains, Animasi / Multimedia Interaktif, Pengolahan Citra, Sistem Pakar, Sistem Penunjang Keputusan, Soft/Mobile Computing. Jurnal ini berisi pokok-pokok permasalahan dalam kerangka pengembangan secara teoritis maupun dalam bentuk implementasi.</p> <p>Diharapkan setiap artikel ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal ini memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan sumberdaya penelitian khususnya di bidang Teknik Informatika.</p> <p>Semoga Jurnal Teknik Informatika ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Tim redaksi membuka komunikasi lebih lanjut dalam bentuk kritik, dan saran.</p> https://ejournal.antarbangsa.ac.id/jti/article/view/476 Rancang Bangun Prototype Object Counter Berbasis Automated System untuk Mengurangi Jumlah Infeksi Covid-19 pada Hotel Siti 2022-01-26T11:45:41+07:00 Arif Fadli ariffadly789@gmail.com Subhiyanto subhiyanto.bian@gmail.com <p><em><strong>Abstract</strong>— Microcontroller is a hardware device in which there is a processor, input and output, RAM, ROM, System Bus, Control </em><em>Unit, Shift Register and Arithmetic Logic Unit. Microcontroller </em><em>requires input components such as light sensors (LDR), temperature </em><em>sensors, proximity sensors (HCSR) as a trigger to the microcontroller </em><em>to activate output components as indicators such as leds, buzzers, </em><em>servo motors and others. Currently, the world, especially in </em><em>Indonesia, is experiencing a COVID-19 virus pandemic from the </em><em>beginning of 2020 so the government has made several policies to </em><em>deal with this covid-19 virus, one of which is by limiting the </em><em>maximum number that must be in the room to 50% in several sectors </em><em>such as offices. restaurants and others. To support the </em><em>government's policy, at Hotel Siti Tangerang, an embedded system </em><em>was created to count the number of objects entering the hotel by </em><em>using infrared sensors as input. So when the number of objectsat </em><em>Hotel Siti Tangerang has reached the maximum limit, the hotel door </em><em>cannot be opened, the buzzer sounds and the LED lights up as an </em><em>indicator that the room is full. With the creation of this embedded </em><em>system, it is hoped that this will be a preventive measure in dealing </em><em>with the Covid-19 virus and the percentage of peopleinfected with the </em><em>Covid-19 virus in Indonesia will decrease. </em></p> <p><em><strong>Intisari</strong></em>— Mikrokontroller merupakan sebuah perangkat keras yang didalamnya terdapat sebuah processor, input dan output, RAM, ROM, System Bus, Contol Unit, Shift Register dan Aritmatic Logic Unit. Mikrokontroller membutuhkan komponen input seperti sensor cahaya (LDR), sensor suhu, sensor jarak (HCSR) sebagai trigger kepada mikrokontroller untuk mengaktifkan komponen output sebagai indikator seperti led, buzzer, motor servo dan lain- lain. Saat ini, di dunia khususnya di Indonesia sedang mengalami pandemic virus covid-19 dari awal tahun 2020 sehingga pemerintah membuat beberapa kebijakan untuk menangani virus covid-19 ini, salah satunya dengan membatasi jumlah maksimal yang harus berada di ruangan menjadi 50% dibeberapa sektor seperti perkantoran, restoran dan lain-lain. Untuk mendukung kebijakan pemerintah tersebut, maka di Hotel Siti Tangerang dibuat sebuah embedded system untuk menghitung jumlah object yang memasuki hotel dengan memanfaatkan sensor infrared sebagai input. Sehingga ketika jumlah object di Hotel Siti Tangerang sudah mencapai batas maksimum, maka pintu hotel tidak dapat terbuka, buzzer berbunyi dan lampu led menyala sebagai indikator ruangan sudah penuh. Dengan dibuatnya embedded system ini diharapkan sebagai tindakan preventif dalam menangani virus covid-19 dan presentase jumlah orang yang terinfeksi virus covid-19 di Indonesia semakin menurun. </p> <p><em><strong>Kata Kunci</strong></em>— Covid-19, Mikrokontroler, Automated System, Physical Distancing.</p> 2022-02-26T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2022 Arif Fadli, Subhiyanto https://ejournal.antarbangsa.ac.id/jti/article/view/471 Visualisasi Data Perhitungan SLA Pengiriman Unit Periode Januari-Desember 2021 2022-01-11T11:37:44+07:00 Doni Andriansyah doni.dad@bsi.ac.id <p><em><strong>Abstract</strong>— Service Level Agreement (SLA) is a benchmark for </em><em>the achievement of an activity carried out. one of the quality of </em><em>service is the completion of work in accordance with the SLA. To </em><em>be able to meet the needs of customer units in an area, the </em><em>company cooperates with expedition vendors to be able to send </em><em>units to destinations with a distance of more than 100 km. Unit </em><em>deliveries are also carried out internally by the company but with </em><em>a distance of less than or only up to 100 km. Monitoring needs to </em><em>be done so that unit deliveries to customers arrive quickly, safely, </em><em>and on time. Currently the process is done manually, namely the </em><em>calculation of vendor and internal SLAs that still use Ms. Excel. </em><em>The methods used in this research are Visual Data Mining (VDM) </em><em>and Extract, Transfer, Load (ETL). The results of the research are </em><em>in the form of a data visualization dashboard that can be used as </em><em>monitoring the achievement of SLA unit delivery.</em></p> <p><em><strong>Intisari</strong></em>— Service Level Agreement (SLA) merupakan tolak ukur pencapaian atas suatu aktifitas yang dilakukan. salah satu kualitas pelayanan adalah penyelesaian pekerjaan yang sesuai dengan SLA. Untuk dapat memenuhi kebutuhan unit pelanggan disuatu daerah, perusahaan bekerja sama dengan vendor ekspedisi untuk dapat mengirimkan unit-unit ke tempat tujuan dengan jarak tempuh lebih dari 100 km. Pengiriman unit juga dilakukan oleh internal perusahaan namun dengan jarak tempuh kurang dari atau hanya sampai 100 km. Perlu dilakukan monitoring agar pengiriman unit ke pelanggan tiba dengan cepat, aman, dan tepat waktu. Saat ini proses tersebut dilakukan secara manual, yaitu perhitungan SLA vendor dan internal yang masih menggunakan Ms. Excel. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Visual Data Mining (VDM) dan Extract, Transfer, Load (ETL). Hasil dari penelitian berupa dashboard visualisasi data yang dapat digunakan sebagai monitoring pencapaian SLA pengiriman unit.</p> <p><em><strong>Kata Kunci</strong></em>— Visualisasi Data, Mining, SLA, Monitoring</p> 2022-02-26T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2022 Doni Andriansyah https://ejournal.antarbangsa.ac.id/jti/article/view/477 Rancang Bangun Prototype Monitoring Lampu Jalan Secara Otomatis Menggunakan Mikrokontroller ESP32 Dan Api Bot Telegram 2022-02-02T09:26:38+07:00 Yusril Athallah Muhammad Yazid yusrilathallah@gmail.com Rizqi Agung Permana rizqiagung@gmail.com <p><em><strong>Abstract</strong>-- Public street lighting is one of the most </em><em>important things because it is related to the security and </em><em>safety of road users, especially at night which requires good </em><em>lighting. The lack of lighting on the street, can have a </em><em>dangerous impact on the community. Along with the </em><em>development of current technological advances, making </em><em>changes to the security system and to reduce face-to-face </em><em>contact in this Covid-19 era. The IoT system is a very </em><em>flexible system because anything can be controlled via the </em><em>internet. And also with this IoT system, it is hoped that it </em><em>will minimize the occurrence of face-to-face dialogue that </em><em>can result in the transmission of the covid-19 virus. </em><em>Therefore, an IoT-based system was created that uses the </em><em>ESP 32 microcontroller as the processing center for </em><em>checking damaged street lights or Mafunction whose </em><em>information is sent through the Application Programming </em><em>Interface (API) to be forwarded to the recipient's BOT </em><em>Telegram.</em></p> <p><em><strong>Keyword</strong>: IoT System, Application Programming </em><em>Interface (API), Telegram, ESP32</em></p> <p><em><strong>Intisari</strong> </em>- Penerangan jalan umum merupakan salah satu hal yang paling penting dikarenakan berkaitan dengan keamanan dan keselamatan para pengguna jalan, terutama di malam hari yang membutuhkan penerangan secara baik. Minimnya penerangan di jalan, dapat berdampak berbahaya untuk masyarakat. Seiring dengan berkembangnya kemajuan teknologi saat ini membuat perubahan pada system keamanan dan untuk mengurangi bertatap muka di era covid-19 ini. Sistem IoT menjadi sistem yang sangat fleksibel dikarenakan apapun bisa di control melalui jalur internet. Dan juga dengan adanya sistem IoT ini maka diharapkan dapat meminimalisir terjadinya dialog tatap muka yang dapat mengakibatkan penularan virus covid-19. Oleh karena itu dibuatlah suatu sistem berbasis IoT yang memakai mikrokontroller ESP 32 sebagai pusat pemrosesnya untuk pengecekan lampu jalan yang rusak atau Mafunction yang informasinya dikirim melalui Application Programming Interface (API) untuk diteruskan ke BOT Telegram penerima.</p> <p><em><strong>Kata Kunci</strong> </em>: Sistem IoT, Application Programming Interface (API), Telegram, ESP32</p> 2022-02-26T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2022 Yusril Athallah Muhammad Yazid, Rizqi Agung Permana https://ejournal.antarbangsa.ac.id/jti/article/view/470 Evaluasi Pemanfaatan Aplikasi Enterprise Resource (ERP) Dengan Framework Cobit 4.1 2022-01-10T14:33:11+07:00 Erma Zulhijjah 11200262@nusamandiri.ac.id Nur Lutfiyana nur.lutfiyana@yahoo.com <p><em><strong>Abstract</strong>—To facilitate data processing, PT. Metrox Mekanika </em><em>implements an Enterprise Resource Planning (ERP) application </em><em>system to improve user performance. With the development of </em><em>information systems in the business world, every employee of the </em><em>company needs to adapt and learn, so that the application system </em><em>can be well received. The existence of an evaluation of the </em><em>application system is expected to help users of the application </em><em>system in using the application system. This research is a form of </em><em>evaluation of the ERP Enterprise Resource Planning (ERP) </em><em>application system. The research method used in this study is a </em><em>survey method, namely by taking or collecting data through a </em><em>questionnaire. Some of these problems can be classified as </em><em>processes within the Plan and Organize and Monitor and </em><em>Evaluate domains in the COBIT 4.1 framework. COBIT 4.1 is </em><em>used to determine the level of IT maturity and also provide </em><em>recommendations from the evaluation activities carried out. The </em><em>evaluation results show that in the PO domain the average </em><em>maturity level is 4.03 or reaches level 4 (Managed and </em><em>Measureable), while in the ME domain the average maturity </em><em>level is 4.03 or reaches level 4 (Managed and Measureable). </em><em>Recommendations are given with the aim that PT. Metrox </em><em>Mekanika can increase the value of IT maturity level, so that </em><em>existing IT governance forms can be improved.</em></p> <p><em><strong>Intisari</strong></em>— Untuk memudahkan pengolahan data, PT. Metrox Mekanika menerapkan system aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP) untuk meningkatkan kinerja user/pengguna. Dengan berkembangnya sistem informasi di dunia perbisnisan, maka setiap karyawan perusahaan perlu beradaptasi dan belajar, agar sistem aplikasi dapat diterima dengan baik. Adanya evaluasi sistem aplikasi di harapkan dapat membantu pemakai sistem aplikasi dalam menggunakan sistem aplikasi tersebut. Penelitian ini merupakan suatu bentuk evaluasi terhadap sistem aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey yaitu dengan mengambil atau mengumpulkan data melalui kuesioner. Beberapa permasalahan tersebut dapat digolongkan pada proses di dalam domain Plan and Organise dan Monitor and Evaluate pada kerangka kerja COBIT 4.1. COBIT 4.1 digunakan untuk mengetahui tingkat kematangan TI dan juga memberikan rekomendasi dari kegiatan evaluasi yang dilakukan. Hasil evaluasi menunjukkan, pada domain PO nilai rata-rata tingkat kematangannya sebesar 4.03 atau mencapai level 4 (Managed and Measureable, sedangkan pada domain ME nilai rata-rata tingkat kematangannya sebesar 4,03 atau mencapai level 4 (Managed and Measureable). Rekomendasi diberikan dengan tujuan agar PT. Metrox Mekanika dapat meningkatkan nilai tingkat kematangan TI, sehingga bentuk tata kelola TI yang ada dapat diperbaiki.</p> <p><em><strong>Kata Kunci</strong></em>— Evaluasi,Cobit, Tingkat Kematangan, ERP.</p> 2022-02-26T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2022 Erma Zulhijjah, Nur Lutfiyana https://ejournal.antarbangsa.ac.id/jti/article/view/458 Perancangan Program Pencatatan Dan Pengelolaan Kapasitas Inap Kendaraan 2022-01-06T14:15:18+07:00 Mahmud Safudin mahmud.mud@bsi.ac.id Riswandi Ishak riswandi.rik@bsi.ac.id Setiaji setiaji.sej@nusamandiri.ac.id Muhamad Abdul Ghani muhamad.mag@bsi.ac.id <p><em><strong>Abstract</strong> - Some large vehicle workshops that has a capacity of </em><em>tens to hundred usually already computerized in matters </em><em>relating to billing, item order, and other vital transactions, but </em><em>not many of them pay attention to the problem of recording </em><em>their capacity reports which sometimes this trivial thing can </em><em>hamper their performance. Many workshops only record </em><em>vehicles come and out without checking their workshops </em><em>capacity, at same time most of flow system in workshop didn’t </em><em>expect if vehicle didn’t taken by their owner even though the </em><em>vehicle has been repaired, while slot at system already empty but </em><em>in reality it’s still filled which cause pile up when workshop </em><em>crowded or full. To solve that problem the author designing a </em><em>program using the waterfall method which has five stages </em><em>namely Communication, Planning, Modeling, Construction, </em><em>and Deployment. With this program it’s can make worker easier </em><em>to record, manage, even make report, also to watch over where </em><em>the location of vechile rather than when they used note books </em><em>which make them harder when looking for data or manage if </em><em>they make mistake in record etc..</em></p> <p><em><strong>Keywords</strong></em>: Program, Management.</p> <p>Intisari - Beberapa bengkel kendaraan besar yang berkapasitas puluhan hingga ratusan biasanya sudah terkomputerisasi dalam hal-hal yang berkaitan dengan billing, pemesanan barang, dan transaksi vital lainnya, namun tidak banyak yang memperhatikan masalah pencatatan laporan kapasitasnya yang terkadang hal sepele ini bisa terjadi. menghambat kinerja mereka. Banyak bengkel hanya mencatat kendaraan yang keluar masuk tanpa memeriksa kapasitas bengkelnya, pada saat yang sama sebagian besar sistem aliran di bengkel tidak menyangka jika kendaraan tidak diambil oleh pemiliknya meskipun kendaraan telah diperbaiki, sementara slot pada sistem sudah kosong namun pada kenyataannya masih terisi yang menyebabkan penumpukan saat bengkel ramai atau penuh. Untuk mengatasi masalah tersebut penulis merancang sebuah program dengan menggunakan metode waterfall yang memiliki lima tahapan yaitu Communication, Planning, Modeling, Construction, dan Deployment. Dengan adanya program ini dapat mempermudah pekerja untuk mencatat, mengelola, bahkan membuat laporan, juga untuk mengawasi dimana letak kendaraan daripada saat menggunakan buku catatan yang mempersulit mereka dalam mencari data atau mengelola jika melakukan kesalahan pencatatan dll.</p> <p><em><strong>Kata kunc</strong></em>i: Program, Manajemen.</p> 2022-02-26T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2022 Mahmud Safudin, Riswandi Ishak, Setiaji, Muhamad Abdul Ghani https://ejournal.antarbangsa.ac.id/jti/article/view/452 Penerapan Metode Human Organization Technology (HOT) Fit Model Untuk Evaluasi Implementasi Pelayanan Imunisasi Balita Di Lingkungan Rt 001/07 Desa Krukut Kecamatan Limo Kota Depok 2022-01-07T11:22:21+07:00 Muchammad Bagoes Setyawanto muchammadbagoes@icloud.com Risky Niahastuningtyas riskynia14@gmail.com Sugi Hayati sugihayatish04@gmail.com <p><em><strong>Abstract</strong>—Currently every organization excels in implementing </em><em>information systems in order to improve quality and efficiency in </em><em>business processes and services, this aims to provide a </em><em>competitive added value. Evaluation of the service system needs </em><em>to be done to determine the implementation of the service </em><em>information system implementation which is assessed based on </em><em>user satisfaction. implementation of service information system </em><em>evaluation in Krukut Village using the HOT-Fit Model method. </em><em>The results of the success of the Immunization Service </em><em>Information System can be seen from three aspects, namely, </em><em>Human, Organization and Technology, and consists of several </em><em>variables, namely System User (PS), Objective (KP), </em><em>Organizational Structure (SO), Organizational Environment </em><em>(LO), System Quality (KS), Information Quality (KI), Service </em><em>Quality (KL), and Benefits (NB).</em></p> <p><em><strong>Keywords</strong></em>: <em>HOT- Fit Model, Posyandu, Information System </em><em>Service.</em></p> <p><em><strong>Intisari</strong></em>—Saat ini setiap organisasi dituntut untuk mengimplementasikan sistem informasi agar dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi dalam proses bisnis maupun pelayanan, hal ini bertujuan agar dapat memberikan suatu nilai tambah berupa kompetitif unggul. Evaluasi implementasi sistem pelayanan perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan implementasi sistem informasi pelayanan yang dinilai berdasarkan kepuasana pengguna. Evaluasi implementasi sistem informasi pelayanan imunisasi di Desa Krukut menggunakan metode HOT-Fit Model. Hasil evaluasi keberhasilan Sistem Infomasi Pelayanan Imunisasi dapat dilihat dari tigas aspek yaitu, Human, Organization dan Technology, dan terdiri dari beberapa variabel, yaitu variabel Pengguna Sistem (PS), Kepuasan Pengguna (KP), Strukutur Organisasi (SO), Lingkungan Organisasi (LO), Kualitas Sistem (KS), Kualitas Informasi (KI), Kualitas Layanan (KL), dan Net Benefit (NB).</p> <p><em><strong>Kata Kunci</strong></em>: HOT- Fit Model, Posyandu, Sistem Informasi Pelayanan. </p> <p> </p> 2022-02-26T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2022 Muchammad Bagoes Setyawanto, Risky Niahastuningtyas, Sugi Hayati